Posted by : ayunichan January 13, 2013


Saya, Aku, Daku, Dalem, Kulo, NYONG. hahaha. di Jepang juga kan ada beberapa sebutan untuk mengartikan 'saya'. ya kita coba cek beberapa sebutan 'saya' dalam bahasa Jepang

1. WATASHI (私)
Kata ini sangat umum digunakan. Bebas digunakan oleh siapa saja, tidak terbatas jenis kelamin, usia dan strata sosial. WATASHI juga merupakan bahasa formal dan sopan (jika wanita yang berbicara, tidak terkesan sopan, walaupun tidak terkesan kasar juga).
Walaupun begitu jika kita menggunakan WATASHI pada teman dekat kita, maka lawan bicara kita akan merasa kita “menjaga jarak” atau terkesan terlalu basa-basi/sopan.
Dalam situasi seperti apa kita dapat menggunakan WATASHI? Yaitu pada saat kita berbicara pada orang yang strata dalam pekerjaan atau sosial sederajat dengan kita dan kita belum mengenal lebih jauh tentang dia.
Kata WATASHI juga sering digunakan diperkuliahan karena sifatnya yang formal.

2. WATAKUSHI (私)
Apa bedanya dengan WATASHI? Ya, WATAKUSHI lebih formal dan lebih sopan (terkait dengan situasi, belum tentu WATAKUSHI merupakan kata yang sangat formal). Lebih sering digunakan oleh pria. Kata ini biasanya diucapkan oleh politisi, bangsawan, para pimpinan perusahaan atau kalangan atas lainnya pada saat urusan resmi.
Jika kamu menggunakan kata WATAKUSHI, kesan yang tersirat adalah kamu seorang yang dewasa, bijak, dan mampu membawa diri dengan baik. Oleh karena itu, hati-hati dalam penggunaannya, jika salah situasi dapat terkesan arogan.
Ya, biasanya untuk orang yang sangat merendahkan diri. seperti seorang dosen saya, beliau sangat pintar, berpendidikan (profesor) dan selalu menyebut dirinya sendiri dengan WATAKUSHI.

3. BOKU (僕)
Kata yang populer digunakan oleh pria. BOKU dapat terkesan sopan tetapi juga terkesan biasa dan ramah. Tidak dapat digunakan pada situasi resmi karena terkesan kurang formal. Bisa dan sering juga digunakan digunakan oleh wanita khususnya jika ingin menunjukkan kesan tomboy. Pada lirik-lirik lagu yang dinyanyikan oleh wanita, BOKU juga sering digunakan.Sekarang ini, para cewek - cewek juga suka bilang BOKU kok. :P

4. ORE  (俺)
Kata yang digunakan hanya oleh pria. ORE bukan kata yang sopan, walaupun tidak bisa dikatakan kata yang kasar juga. Umumnya, ketika kamu menggunakan ORE kepada lawan bicara, maka kamu mengirimkan kesan bahwa pembicaraan ini santai, tidak resmi dan mencerminkan kedekatan personal. Bagi sebagian pria yang ingin terkesan garang, ORE dapat diucapkan dengan menggandakan ‘R’ dan ‘E’ sepertiORRREE..
Hindari menggunakan kata ini pada saat-saat resmi atau kepada lawan bicara yang lebih senior, termasuk kepada orang yang kamu hormati, kecuali saat kamu ingin menunjukkan bahwa kamu sedang marah.
ati ati aja sih pakenya :D

5. ATASHI
Kata yang hanya digunakan oleh wanita, kecuali kamu gay. ATASHI terkesan lembut, manja dan ramah. Biasa digunakan untuk menunjukkan keakraban. Biasa ditulis dengan Hiragana atau Katakana.
hayoloh, ati ati nanti dikira gay :D

6. UCHI (内)
Kata yang sebenarnya bermakna: dalam, rumah saya/keluarga saya. Mempunyai ikatan yang kuat antara dirinya dengan pihak/orang rumahnya. Walaupun bisa digunakan oleh pria dan wanita, namun umumnya digunakan oleh wanita. UCHI cocok diucapkan saat kamu ingin berkata secara informal dan tidak ingin terkesan intim dengan menggunakan ATASHI.
Belum pernah liat sih, baru tahu juga kalo ada yang sebut diri sendiri dengan sebutan UCHI. entah kebetulan atau memang ada keterkaitan, orang jawa juga kadang menyebut dirinya sebagai 'dalem' yang berarti rumah dalam bahasa Jawa. nahloh?

7. KOCHIRA/KOCCHI
Kata yang sebenarnya bermakna: di sini. Sama dengan UCHI, kata ini mempunyai ikatan yang kuat antara dirinya dengan pihaknya. Punya makna ambigu karena dapat bermakna: kami. KOCHIRA terkesan formal, sedangkan KOCCHI lebih terkesan informal dan lebih sering digunakan diantara teman.
Biasanya kalo ngadep sama rekan bisnis kali ya, formal. emm, kalo membalas 'arigatou' dengan 'KOCHIRAkoso' juga kan diartikan sebagai sama - sama / ya saya juga. gitu kali ya :D

8. WASHI
Adalah kata yang menjelaskan bahwa yang berkata adalah orang tua. Jika ada anak muda yang berkataWASHI maka akan terkesan konyol.
Dalam logat Kansai, biasa disingkat: WAI
nah, kalo yang ini ada yang pernah tau apa gak?

9. WARE (我)
Lebih umum digunakan bentuk jamaknya yaitu: WAREWARE yang bermakna: kami. Terkesan bijaksana saat menggunakan WARE. Punya makna ambigu juga bergantung dengan bagaimana kamu mengucapkannya dapat bermakna: kepemilikannya atau bahkan pada masa lalu dapat bermakna: kamu.

10. NAMA PRIBADI
Seperti dalam Bahasa Indonesia, di dalam Bahasa Jepang juga dimungkinkan untuk mengucapkan “SAYA” dengan menyebutkan nama sendiri. Namun karena kesan kekanak-kanakan, sebaiknya dipikirkan kembali saat kamu memutuskan untuk menggunakannya.

Selain dari 10 kata diatas, ada juga cara lain untuk mengucapkan “SAYA” dalam Bahasa Jepang. Namun kata-kata berikut sudah jarang/ tidak lazim digunakan, kecuali dalam saat tertentu. Mari simak kembali sebagai bahan pengetahuan.
11. WAGAHAI (吾輩)
Kata yang klasik biasa digunakan oleh orang tua dari kalangan atas.

12. OIRA (おいら)
Adalah cara lain untuk berkata ORE. Digunakan secara umum pada zaman Edo.

13. SESSHA (拙者)
Jika kamu berkata SESSHA, maka terkesan kamu menunjukkan bahwa diri kamu adalah pejuang. SESSHAbiasa diucapkan oleh para samurai dan ninja atau para pejuang lainnya. Walaupun yang menggunakan adalah para pejuang, sebenarnya kata ini mempunyai makna merendahkan diri karena arti sebenarnya adalah: orang yg ceroboh.

14. ATAI
Kata yang hanya diucapkan oleh wanita. Singkatan dari ATASHI. Awalnya digunakan oleh para wanita penghibur di daerah Tokyo.

15. YO (余)
Sudah sangat jarang digunakan. Dahulu kala digunakan oleh pria yang mempunyai kasta tinggi dalam status sosial. Pernah juga digunakan pada karakter tuan besar yang berhati dingin dalam anime/manga.

16. WARAWA (妾)
Dahulu kala biasa digunakan oleh para istri samurai. Mempunyai kesan merendah diri.

17. CHIN
Kata ini hanya dan hanya boleh digunakan oleh keluarga kekaisaran. Kesan yang ditimbulkan adalah Saya yang sangat superior dan lawan bicara tidak berarti apapun. Oleh karena itu hanya keluarga kaisar yang pantas menggunakannya. CHIN sudah tidak digunakan lagi saat ini.

Nah, gimana? kalo aku sih, karena 'kodomoppoi' lebih suka menyebut diri sendiri dengan 'ATASHI' kecuali sama yang lebih tinggi ya hahahaha bisa dihajar nanti.. :D
sekian dulu ya.. saya akan cari info lebih banyak untuk dibagikan ke teman teman semua :*

sumber1
sumber2
sumber3

{ 1 komentar... read them below or add one }

HATI-HATI COPY PASTE
Diharapkan jika melakukan copy paste atau pengutipan untuk menyertakan link ke halaman artikel di blog ini.
Tinggalkanlah komentar atau pertanyaan jika anda merasa postingan ini baik.
Terimakasih.

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -