Posted by : Annisa Ayu Yunita January 06, 2013


            Hari ini saya akan memposting tentang Kelas Kata dalam Gramatika Bahasa Jepang. Saya mengacu pada diagram yang dibuat oleh Toshihiro Tanaka (2004) dalam Nihongo Bunpou yang diterbitkan oleh Kuroshio Shuppan atau yang dalam bahasa Jepang disebut 品詞分類.

            Jadi kelas kata dalam gramatika Bahasa Jepang terbagi atas dua bagian besar, yakni jiritsugo(自立語) dan fuzokugo(付属語). Yang dimaksud dengan jiritsugo adalah kelompok kata yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna, sedangkan fuzokugo adalah kelompok kata yang tidak dapat berdiri sendiri, artinya fuzokugo akan bermakna dan berfungsi apabila bergabung dengan kata lain. Dalam bahasa Indonesia, jiritsugo hampir sama dengan istilah morfem bebas, dan fuzokugo mirip dengan istilah morfem terikat.

            Keduanya pun masing - masing dibagi dalam dua bagian, yaitu kata kata yang dapat mengalami perubahan bentuk, dan kata kata yang tidak dapat mengalami perubahan bentuk.

            Pertama, dalam fuzokugo, kata yang tidak mengenal perubahan (konjugasi/deklinasi) adalah Partikel Bahasa Jepang(助詞). Dan kata yang mengenal perubahan (konjugasi/deklinasi) adalah ② Verba Bantu Bahasa Jepang(助動詞).

            Kemudian, dalam jiritsugo yang sudah terbagi dalam kata kata yang dapat mengalami perubahan bentuk, dan kata kata yang tidak dapat mengalami perubahan bentuk.

            Pada kata yang tidak dapat mengalami perubahan (konjugasi/deklinasi) ada kata yang tidak menjadi subjek dan tidak menjadi keterangan. Dibagi kedalam dua kelompok; yakni kata kata yang tidak dapat menjadi penyambung, yaitu ③ Interjeksi Bahasa Jepang(感動詞), dan kata kata yang dapat menjadi penyambung, yaitu ④ Konjungsi Bahasa Jepang(接続詞).

            Kemudian masih dalam kata yang tidak dapat mengalami perubahan (konjugasi/deklinasi) ada kata yang tidak menjadi subjek namun dapat menjadi keterangan. Dibagi kedalam dua kelompok; yakni kata kata yang menerangkan kata lain yaitu ⑤ Prenomina Bahasa Jepang(連体詞), dan kata kata yang menerangkan predikat yaitu ⑥ Adverbia Bahasa Jepang(副詞).

            Kemudian pada kata yang tidak dapat mengalami perubahan (konjugasi/deklinasi) ada kata yang dapat menjadi subjek yaitu ⑦ Nomina Bahasa Jepang(名詞).

            Sedangkan jiritsugo yang dapat mengalami perubahan (konjugasi/deklinasi) adalah ⑧ Adjektiva (-na) Bahasa Jepang(形容動詞), ⑨ Adjektiva (-i) Bahasa Jepang(形容詞), dan ⑩ Kata Kerja Bahasa Jepang(動詞).

Jadi, kelas kata pada gramatika bahasa Jepang terbagi dalam 10 kelas kata, yakni:
① Partikel Bahasa Jepang(助詞)
② Verba Bantu Bahasa Jepang(助動詞)
③ Interjeksi Bahasa Jepang(感動詞)
④ Konjungsi Bahasa Jepang(接続詞)
⑤ Prenomina Bahasa Jepang(連体詞)
⑥ Adverbia Bahasa Jepang(副詞)
⑦ Nomina Bahasa Jepang(名詞)
⑧ Adjektiva (-na) Bahasa Jepang(形容動詞)
⑨ Adjektiva (-i) Bahasa Jepang(形容詞)
⑩ Kata Kerja Bahasa Jepang(動詞)

Sekian pembahasan pembagian kelas kata dalam Gramatika Bahasa Jepang, nantikan pembahasan satu - persatu tentang masing masing kelas kata ya. oh ya, agar mudah memahami kelas kata tersebut, saya lampirkan diagramnya ^^

klik untuk fullscreen


{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. terimakasih .. materinya sangat bermanfaat sekali

    ReplyDelete

HATI-HATI COPY PASTE
Diharapkan jika melakukan copy paste atau pengutipan untuk menyertakan link ke halaman artikel di blog ini.
Tinggalkanlah komentar atau pertanyaan jika anda merasa postingan ini baik.
Terimakasih.

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -