Posted by : ayunichan December 21, 2011

Pernahkah kau melihatnya kelelahan, tapi beliau berpura – pura segar..?
Pernahkah kau melihatnya berfikir keras, tapi beliau berpura – pura santai..?
Pernahkah kau melihatnya sedih, tapi beliau berpura – pura bahagia..?
Pernahkah kau melihatnya marah, tapi beliau berpura – pura diam..?
Pernahkah kau melihatnya lapar, tapi beliau berpura – pura kenyang..?
Pernahkah kau melihatnya kesakitan, tapi beliau berpura – pura sehat..?
Pernahkah kau memijatnya disaat beliau lelah..? Atau justru kau yang membuatnya lelah..?
Pernahkah kau coba membantunya disaat beliau berfikir..? Atau justru kau yang membuatnya berfikir keras..?
Pernahkah kau hibur beliau disaat beliau sedih..? Atau justru kau yang membuatnya sedih..?
Pernahkah kau coba tenangkannya disaat beliau marah..? Atau justru kau yang membuatnya marah..?
Pernahkah kau coba menawarkan makananmu saat beliau tak makan..? Atau justru beliau tak makan karenamu..?
Pernahkah kau mengobatinya disaat beliau sakit..? Atau justru kau yang membuatnya sakit..?
Kau tak perlu menanyakan apa yang telah beliau lakukan untukmu.. karena beliau yang telah melahirkanmu, mempertaruhkan nyawanya untukmu.. karena beliau yang telah merawatmu, dari bayi hingga kau dewasa.. karena beliau yang mendidikmu, dari bodoh hingga dapat membuatmu menjadi juara.. karena beliau yang menyayangimu, hingga kamu bisa bahagia saat ini.. Dan masih sangat banyak lagi..
Tapi tanyakan apa yang sudah kau lakukan untuknya.. kau sudah membuatnya susah saat beliau mengandungmu? Kau membuatnya tak bisa tidur saat kau menangis dimalam hari? Kau sudah membuatnya repot saat kau lari kesana kemari? Kau sudah membuatnya sakit saat kau marah padanya? Kau sudah membuat beliau sedih saat kau mengacuhkannya?
Bagiku beliau adalah ibuku. Orang yang sangat aku hormati. Bagiku beliau juga seorang teman. Yang dapat kuajak bercanda dan aku ajak cerita sampai larut malam. Bagiku beliau seorang sahabat. Yang  mau menerima tangisku dipundaknya. Bagiku beliau seorang pacar. Yang bisa kugombali setiap hari. Bagiku beliau seorang ayah. Yang mencari uang untuk kehidupan kami. Bagiku beliau seorang pahlawan. Yang mampu mengurangi kenyamanannya demi kami. Bagiku beliau seorang guru. Yang dapat mengajariku hal baru setiap saat. Tanpanya, aku juga tak akan ada.  
Aku mungkin belum mampu membuatnya bahagia. Aku hanya mampu membuatnya tertawa dengan semua leluconku. Aku mungkin belum bisa membelikannya sesuatu yang mahal. Aku hanya mampu memberikan kasih sayang padanya. Aku mungkin belum mampu mengajaknya keliling dunia. Aku hanya mampu mengajaknya untuk melihat bintang diloteng rumahku. Aku mungkin tak bisa membelikan makanan mahal untuknya. Aku hanya bisa memasak seadanya untuknya. Aku mungkin tak bisa berada disampingnya saat ini, karena aku harus mengejar cita – citaku untuk membahagiakannya juga. Aku hanya bisa membuatkan beberapa kata tak indah ini untuknya nan jauh disana. Aku pun tak sanggup memberikannya seisi dunia untuknya. Hanya doa, yang selalu kupanjatkan untuknya. Karena aku menyayanginya, mencintainya, sepenuh hatiku.
Mah, pernahkah kau merasa aku menyusahkanmu? Jika iya, sungguh itu bukan mauku.
Mah, pernahkah kau merasa aku membuatmu lelah? Jika iya, tolong suruh aku memijatmu.
Mah, pernahkah kau merasa aku membuatmu berfikir keras? Jika iya, jangan fikirkan aku.
Mah, pernahkah aku membuatmu sedih? Jika iya, aku sungguh tak sengaja melakukannya.
Mah, pernahkah aku membuatmu marah? Jika iya, marahi aku sepuasmu.
Mah, pernahkah aku membuatmu sakit? Jika iya, aku hanyalah anakmu yang penuh dengan kesalahan. Maafkan aku.
Mah, aku sudah berusaha untuk selalu membuatmu bahagia, tak meneteskan air mata sedihmu untukku. Tak membuatmu marah dengan sikap kekanak-kanak an ku. Tak membuatmu sakit karena semua perkataanku.
Sungguh aku berusaha untuk menjadi yang terbaik karenamu. Ingin membuatmu bahagia, tersenyum, dan bangga kau bisa memilikiku.
Hari ini hari ibu, tapi bukan berarti hanya hari ini aku menyayangimu. Bukan hanya hari ini aku mengingat semua jasamu. Aku hanyalah anakmu yang selalu menyayangimu, tak peduli ini hari apa, tanggal berapa. Aku sangat sangat menginginkanmu tak pernah mengeluh pernah melahirkanku.

Untuk yang kusayangi, Ikhyah Suprihatin. Mamahku sayang J


Leave a Reply

HATI-HATI COPY PASTE
Diharapkan jika melakukan copy paste atau pengutipan untuk menyertakan link ke halaman artikel di blog ini.
Tinggalkanlah komentar atau pertanyaan jika anda merasa postingan ini baik.
Terimakasih.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -