Posted by : ayunichan September 10, 2010

REAKSI MPRS
SIDANG UMUM MPRS IV : 20 juni-5juli 1966
Arti penting : langkah-langkah pokok dalam usaha mengadakan koreksi total terhadap penyelewengan yang dilakukan masa ORLA
Menghasilkan 24 ketetapan dan satu keputusan penting.

HASIL PENTING SIDANG UMUM MPRS IV 
Tap MPRS no IX/ MPRS/1966 tentang Suart Perintah Presiden ( mengukuhkan SUPERSEMAR)
Pada kesempatan ini (22juni)Presiden S oekarno berpidato dengan judul NAWAKSARA namun berdasar
Keputusan No 5/MPRS/1966, MPRS meminta kepada Presiden agar melengkapi laporan pertangungjawabannya khususnya mengenai sebab-sebab terjadinya G 30 S /PKI beserta epilognya dan masalah kemunduran ekonomi dan akhlak










SEPUTAR PIDATO PRESIDEN : NAWAKSARA
Pidato ini disampaikan oleh Pres Soekarno sebagai pertanggungjawabannya atas sikapnya dalam menghadapi Gerakan 30 September. Soekarno sendiri menolak menyebut gerakan itu dengan nama tersebut. Menurutnya Gerakan itu terjadi pada tanggal 1 Oktober dini hari, dan karena itu ia menyebutnya sebagai Gestok (Gerakan 1 Oktober).
Pidato pertanggungjawaban Soekarno ini ditolak oleh MPRS, dan sebaliknya MPRS memutuskan untuk memberhentikannya dari jabatannya sebagai presiden seumur hidup, dan mengangkat Jenderal Soeharto sebagai penggantinya.
Pidato ini disampaikan scr tertulis pada 10 Januari 1967. Isinya antara lain:
(a) G.30.S ada satu complete overrompeling;
(b) Sukarno sudah mengutuk Gestok (Gerakan Satu Oktober). Yaitu ketika berpidato pada perayaan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1966, dan dalam pidato 5 Oktober 1966. Pada kesempatan 17 Agustus 1966, Sukarno berkata “sudah terang Gestok kita kutuk. Dan saya, saya mengutuknya pula; Dan sudah berulang-ulang kali pula saya katakan dengan jelas dan tandas, bahwa yang bersalah harus dihukum! Untuk itu kubangunkan MAHMILLUB";
(c) pada malam peringatan Isro dan Mi'radj di Istana Negara, Pengemban Supersemar mengatakan, “saya sebagai salah seorang yang turut aktif menumpas Gerakan 30 September yang didalangi PKI, berkesimpulan, bahwa Bapak Presiden juga telah mengutuk Gerakan 30 September/PKI, walaupun Bapak Presiden menggunakan istilah "Gestok".



SIKAP MPRS TERHADAP PIDATO PRESIDEN
(nawaksara dan pelengkap nawaksara)
Keputusan No. 13/B/1967 tentang Tanggapan Terhadap Pelengkapan Pidato Nawaksara, yang isinya: MENOLAK PELENGKAPAN PIDATO NAWAKSARA.
Alasan penolakan Nawaksara dan Pelengkap Nawaksara oleh MPRS karena tidak memenuhi harapan anggota-anggota MPRS dan bangsa. Dalam dua pertanggung jawaban tersebut tidak dijelaskan terperinci kebijaksanaan Presiden mengenai pemberontakan kontra-revolusi G30S/ PKI, kemunduran ekonomi, dan kemerosotan akhlak.
 Tanggapan ini benar-benar mengecewakan Sukarno.

SIKAP PRESIDEN SOEKARNO
Pengumuman 20 februari 1967 :
Demi kesatuan bangsa dan mencegah konflik horisontal antar pendukung,serta menyadari bahwa konflik politik yang terjadi dewasa ini perlu segera diakhiri demi keselamatan Rakyat, Bangsa dan Negara, maka presiden mengumumkan:
1) Terhitung mulai hari ini menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada Pengemban Ketetapan MPRS No.IX/MPRS/1966, dengan tidak mengurangi maksud dan jiwa Undang-undang Dasar 1945.
2) Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 melaporkan pelaksanaan penyerahan tersebut kepada Presiden, setiap waktu dirasa perlu.
3) Menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia, para Pemimpin Masyarakat, segenap Aparatur Pemerintahan dan seluruh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia untuk terus meningkatkan persatuan, menjaga dan menegakkan revolusi dan membantu sepenuhnya pelaksanaan tugas Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 seperti tersebut diatas.
4) Menyampaikan dengan penuh rasa tanggung-jawab pengumuman ini kepada Rakyat dan MPRS. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi Rakyat Indonesia dalam melaksanakan cita-citanya mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila.”

SIKAP MPRS
Sidang istimewa 7-12 Maret 1967 mengeluarkan
TAP MPR No. XXXIII/MPRS/1967
yang mencabut kekuasaan Sukarno, dan sekaligus mengangkat Pengemban Surat Perintah Sebelas Maret, Jenderal Suharto sebagai Pejabat Presiden hingga pemilihan umum dilaksanakan.


PERTIMBANGAN YANG MELANDASI KELUARNYA KETETAPAN MPRS
1)Pidato Presiden Soekarno tidak memenuhi harapan rakyat
2)Presiden telah menyerahkan kekuasaan pada pengemban supersemar
3)Berdasar laporan tertulis pangkopkamtib/pengemban supersemar terdapat petunjuk bahwa presiden telah melakukan kebijaksanaan yang secara tidak langsung menguntungkan G 30 S PKI dan melindungi tokoh-tokoh PKI

SIDANG UMUM V MPRS :
21-30 Maret 1968
mengangkat jendral Soeharto sebagai Presiden RI
hingga terpilihnya Presiden oleh MPR hasil pemilu.
Ia dilantik 27 maret 1968.

Leave a Reply

HATI-HATI COPY PASTE
Diharapkan jika melakukan copy paste atau pengutipan untuk menyertakan link ke halaman artikel di blog ini.
Tinggalkanlah komentar atau pertanyaan jika anda merasa postingan ini baik.
Terimakasih.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -