Posted by : ayunichan September 23, 2007

Untuk yang tercinta...

Aku perhatikan semua langkahku,agar aku dapat berjalan disampingmu slalu. aku jaga kedua mataku ini,berharap slalu bisa melihat senyummu. Aku pikirkan smua kata yang terucap dari bibirku ini, agar ku dapat slalu membuatmu senang. Aku rangkai candaku, inginkan sbuah tawa yang tulus dari dasar hatimu. Aku tidur hanya untuk dapat melihatmu esok hari dan aku terbangun dari tidurku mengharap dirimu. Aku hidup, ingin mencintaimu. Bahkan kumati pun hanya berharap mencintaimu.
Ku sesalkan semua ego yang pernah terkuak dariku untukmu. Ku sesalkan tangismu untukku. Ku rasakan kau terlalu berharga tuk menjadi milik seorang aku. Namun, kesalahan terbesarku muncul. Ku mencoba melepasmu. Kini ku benar – benar menyesal. Inginkan kau kembali bersamaku. Tertawa bersamaku. Menangismu dipundakku.
 Aku kan slalu peercaya cintaku untukmu dan juga cintamu untukku. Dan akupun akan mengorbankan apapun untukmu, meski aku harus mengorbankan cintaku. Dengan melepasmu dan membiarkanmu memilih seseorang yang lebih pantas mendampungi hidupmu. Walau ku harus menangis dibawah kebahagiaanmu.
Mungkin bagimu aku hanya anak kecil. Tapi anak kecil ini teramat sangat mencintaimu. Tanpamu, aku hanya anak kecil yang kesepian ditengah keramaian. Anak kecil yang kedinginan ditengah bara api. Dan juga anak kecil yang akan kepanasan dilautan es.
No word can express my feeling to you, except I LOVE YOU, yesterday, tomorrow, and for ever.

                                                                                    Your admirer,
                                                                                    aaYunii ^^

Leave a Reply

HATI-HATI COPY PASTE
Diharapkan jika melakukan copy paste atau pengutipan untuk menyertakan link ke halaman artikel di blog ini.
Tinggalkanlah komentar atau pertanyaan jika anda merasa postingan ini baik.
Terimakasih.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -