Islam itu Indah

By : Annisa Ayu Yunita
Well, sejak terjadinya peperangan dingin antara saudara muslim dan teman teman non muslim, saya memilih menjadi penonton pasif, yang hanya mendoakan semoga tidak terjadi peperangan fisik antara mereka. Saya menghindari untuk ikut berkomentar pada status maupun artikel yang muncul dengan tema ini. Namun sepertinya saya sudah tidak dapat menahan tangan yang ingin mengetik beberapa hal untuk dibagikan kepada saudara saudara Muslim/ah dan teman teman semua.
Mungkin semua lihat status saya kemarin 16/2/2017 6:53 PM (belum dihapus kok statusnya) yang isinya begini:
“ Tlg PM in info tempat makan di tegal yang sedia beer dong. Thankyou. #PRdariboss”
 
Dari sebelum saya mengunggah status tersebut saya sudah menyiapkan diri dengan semua hal yang akan disampaikan pada kolom komentar, entah negatif maupun positif.
 
Saya mengunggah status tersebut atas dasar ketidaktahuan saya tentang informasi dimana tempat makan yang menjual minuman haram itu. wajar bukan? ya karena saya tidak pernah beli gitu loh.
 
Jawaban informasi pastinya saya nantikan untuk nantinya saya teruskan kepada direktur di pabrik saya.
Kebetulan saya sendiri berjilbab. Kerja dengan orang keturunan China yang beragama non muslim. Dan sudah 5 tahun dikelilingi dengan orang orang Jepang yang notabene tidak punya agama. Alhamdulillah selama ini gak ada yang menyuruh saya beli minuman keras, apalagi minta cariin tempat hiburan atau yang plusplus. Fyi, hampir semua orang jepang suka minum bir SETIAP malam. 
 
Bekerja dengan orang2 non Muslim. Saya cari dan berdiskusi dengan keluarga, dan tidak ada satupun yang melarang karena memang tidak ada larangan. Dan menurut hati nurani saya, disini saya punya peran mengajarkan apa itu Islam. Mungkin beberapa orang enggan berurusan dengan non Islam atau justru mengutuk mereka. Tapi saya tidak ingin, mereka memandang Islam sebagai agama orang yang tidak ramah. Saya memilih menjelaskan dengan mudah kenapa lelaki tidak boleh memegang perempuan, kenapa babi dan bir dilarang. Lucunya, kebanyakan orang jepang cuma tau 'laki laki Muslim itu bisa punya istri empat. Enak loh' benar2 disini saya ingin luruskan ke mereka, dengan ramahnya, tanpa menyakiti hati mereka dan menjadikan Islam adalah agama yang baik dan melindungi umatnya. 
 
Saya tidak pernah membatasi pertanyaan mereka tentang Islam, jika saya tidak tahu saya tanyakan ke guru agama atau Ustadz/ah yang lebih tahu. 
 
Kadang, saya heran dengan orang2 yang mengutuk orang non Muslim dengan kejamnya tanpa mau memberi pengertian, agar mereka mengerti dan menghormati kita. 
 
Alhamdulillah saya 4tahun part-time dengan orang Jepang, dan sekarang hampir 5bulan bekerja dengan orang Jepang. Saya benar2 berhati2 menjelaskan apa itu Islam sebenarnya. Benar2 menyenangkan memberi penjelasan hingga mereka lebih mengerti dan justru terus bertanya tentang Islam. Bukankah Nabi kita juga menghaadapi kaum kafir dengan ramah dan sabar? Walaupun dibalas dengan hinaan dan lain lain yang menyakitkan? 
 
Untuk pembanding saya contohkan:
Bagaimana jika suatu hari kita mendapat rezeki untuk berkunjung ke negara non-muslim untuk bekerja atau berlibur. Sama dengan halnya direktur saya yang mencari tempat dengan bir, saya pun akan menanyakan kepada orang Jepang dimana tempat yang menyediakan makanan halal. Bayangkan jika mereka menjawab: “Saya tidak tahu, makan saja itu babi dan minum bir. enak kok.” 
 
Bukankah kita akan kesulitan? Itulah mengapa saya memilih untuk berpikiran positif, memberikan informasi yang baik bagi mereka, namun dengan pendampingan informasi tentang Islam yang ramah.
 
Satu lagi yang menjadi pemikiran saya, alhamdulillah nya kita terlahir dari keluarga Muslim, diajarkan agama Islam dari kecil. dan saya yakin tidak ada guru agama yang mengajarkan untuk menghardik atau mengutuk orang non Muslim, mengacungkan telunjuk dan berkata kasar “dasar kafir”. kalau ada beritahu saya ya. Coba bayangkan jika kita terlahir di keluarga non Muslim, yang artinya dari kecil kita diajarkan agama non Islam tersebut. Saya akan merasa sedih, dosa apa yang saya lakukan kemudian dikutuk orang yang saya tidak kenal dan diberi cap “kafir” yang bahkan mungkin saya tidak tahu maksudnya. Bukankah lebih baik jika kita tetap menghormati mereka, dan memberikan pengertian, dan membuat mereka tahu bahwa islam itu bukan agama yang kasar, Muslim dan Muslimah bukan teroris. Siapa tahu dengan pengertian kita yang baik, mereka tersentuh bahkan mungkin bisa mengubah pemikiran mereka tentang islam. 
 
Tentang orang - orang Jepang tempat saya bekerja, tidak perlu khawatir betapa senangnya saya mendapat atasan berbeda agama tapi sangat menghormati saya yang seorang Muslimah. mereka tidak melarang saya sholat, tidak pula memaksa saya untuk meminum bir dan memakan babi. bahkan mereka tahu, memberi oleh - oleh Teh Jepang, dengan embel - embel “It’s non-alcohol and no pork” hehe. Ya saya tetap duduk disamping mereka yang minum bir, tapi mereka tidak pernah sekalipun menuangkan bir ke gelas saya. Mereka sangat menerima bagaimana saya hanya minum air putih, bahkan mereka tahu betul saya suka minum coklat. “ada coklat” begitu kata mereka. Kadang mereka membawa beberapa cemilan dari Jepang/China, dan dengan khawatirnya “you can’t eat this, it contain pork” begitu katanya, gak boleh makan itu karena ada kandungan babinya. Baik sekali kan? Coba kalau mereka diam saja dan membiarkan saya makan makanan haram itu?? walaupun saya membatasi makan makanan oleh oleh dari luar negeri atau makanan yang saya belum tahu betul kandungannya.
 
Mempelajari bahasa asing, bahasanya orang orang non Muslim, menjadikan saya mengerti apa yang mereka pikirkan tentang kita para pemeluk agama Islam. menjadikan pikiran saya terbuka luas, dan membuat saya terus mempelajari Islam untuk saya sampaikan kepada teman teman yang dengan antusiasnya bertanya kepada saya. Karena alasan ini, saya juga tidak pernah membatasi pertemanan saya dengan mereka yang non Muslim, namun tetap menjaga mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.

Note ini saya buat bukan untuk mencari pembenaran atas apa yang sudah saya lakukan, atau memamerkan pekerjaan saya yang berhubungan dengan orang yang berbeda keyakinan, namun ingin sedikit menjelaskan kepada saudara dan teman teman semua bahwa terkadang, kita lupa tugas utama kita yaitu menunjukkan sisi baik Islam dan memberi pengertian dengan cara yang baik. saya siap menerima kritik dan saran loh.
 
 
Terimakasih untuk orang tua saya yang dengan kasih sayangnya mengajarkan saya agama yang luar biasa baiknya, guru guru dan teman teman yang selalu mendukung saya, dan memberi tahu jika saya melakukan kesalahan dan solusi agar saya tidak kembali ke kesalahan tersebut.
Bukankah Islam itu Indah?

18/02/2017, sudah lama tak menulis, AAY.

BRAND NEW BLOG

By : Annisa Ayu Yunita
Halo semua,

Setelah sekian lama hiatus dari dunia per-BLOG-an..
I'M BACK!!!!!!

Mulai hari ini, doakan tetap semangat nulis yang bermanfaat yah~
皆様、これからもよろしくお願いします~







ばしょを かくにんする || Checking the Locations || Mengecek Tempat (di Kantor)

By : Annisa Ayu Yunita
-AIM-
In this lesson, let’s learn how to ask questions and understand instructions related to locations of facilities at workplaces. At workplaces in Japan, you are required to follow a certain set of rules from safety, efficiency and disciplinary reasons. One of the challenges that foreign workers may face in Japan is the difference in the perception of when to take a break during work hours. In many workplaces in Japan, lunch hours are strictly regulated and so are the break hours, especially for those
working in production lines of factories and also in retail and service industries. You might be one of many who feel that the Japanese way is too rigid, but the reason behind this is because “teamwork” is valued highly in Japan to achieve high-quality and seamless services and production. When you start working, in order to avoid any misunderstandings, it is advisable to check with your bosses about the rules they may have regards taking a break. It is also useful to know how to ask permission in Japanese when you need to go to the bathroom, smoking room, etc.


例 | Example:
A すみません、きつえんじょ は ありますか。 Sumimasen, kitsuen-jo wa arimasu ka.
     Excuse me, is there a smoking space (around here)?
B はい、あります。 Hai, arimasu.
    Yes, there is.
A(きつえんじょは)どこに ありますか。 (kitsuen-jo wa) Doko ni arimasu ka.
     Where is it (the smoking space)?
B 2かいに あります。 Ni-kai ni arimasu.
     On the second floor.
A そうですか。いま、(きつえんじょに) いってもいいですか。
    Soo desu ka. Ima, (kitsuen-jo) ni ittemo ii desu ka.
    I see. May I go (to the smoking room) now?
B はい、どうぞ。 Hai, doozo.
    Yes, go ahead.


語彙 | Vocabulary:
しょくどう / しゃしょく 食堂 / 社食        shokudoo / shashoku         cafeteria / staff canteen
 
かいぎしつ   会議室                                           kaigi-shitsu                         meeting room

きゅうとうしつ  給湯室                                    kyuutoo-shitsu                    office kitchenette / pantry

じどうはんばいき(じはんき)自動販売機  jidoohanbaiki (jihanki)       vending machine

きゅうけいしつ   休憩室                                  kyuukei-shitsu                      resting room

きつえんじょ   喫煙所                                      kitsuen-jo                             smoking space

かいだん   階段                                                  kaidan                                  stairs

エレベーター                                                     erebeetaa                             elevator

ひじょうぐち   非常口                                      hijooguchi                           emergency exit


Ngaku orang Indonesia, tapi gak tau? [part2]

By : Annisa Ayu Yunita
Judul : Si Rawa yang sakit kepala.

Percakapan antara aku [A] dan si bos [B].

B: ayuni,  'rawa pening' wa kankouchi desune? sore de, 'rawa pening' to iu imi wa nan desuka?
    [ayuni, 'rawa pening' itu kankouchi (tempat wisata dalam bahasa Jepang). kan? kalo gitu, 'rawa pening' itu artinya apa?]

langsung seketika itu juga aku syok, nah lo baru pertama kali ditanya begini. menurut kamu, gimana coba njelasin arti nama 'rawa pening' dalam bahasa jepang?? arti namanya rawa pening emang tau??

A: nanikana~ chotto, muzukashiina!! 
   [apa ya,, susah ya~]

langsung secepat kilat buka opera mini buat cari sumber terpercaya.. hahaha, untung ketemu. kita simak dulu penuturan yang kudapat dari google :

  • Rawa Pening ("pening" berasal dari "bening") adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten SemarangJawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.
    Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi.

Nah, baru deh aku jelasin seperti yang tercantum di wikipedia itu. Secara gampang sih, kalo 'rawa' itu 'swamp' (sengaja pake bahasa Inggris, gak tau apa bahasa Jepangnya, takut salah juga pake bahasa Jepang. tau swamp aja dari game zenonia lol *oot) terus 'pening' itu 'clear' jadi 'rawa pening' itu clear swamp. <- pokoknya intinya gitu. 


Persoalan selesai?? Tidak!! Dan lagi lagi dengan alasan yang sama. lol

B: Sou desuka? kinou,, jimusho no hito ni kiite, 'pening' wa atama ga itai. chigau?
   [oh gitu? kemarin, nanya orang kantor, katanya 'pening' itu sakit kepala. beda?]


OHMYGOD! sempet nge-blank beberapa detik dan langsung ketawa~hahaha

A: aaaa~ 'pening' mo atama ga itai. demo 'rawa pening' no 'pening' wa clear desuyo, haha.
   [oooh, 'pening' juga sakit kepala sih, tapi 'pening' nya 'rawa pening' tuh bukan sakit kepala artinya. haha

nah, kebayang kan kalo si bos cuma nanya pening ke orang, terus dipikirnya rawa pening itu tempat yang bikin pusing? bisa gak mau kalo diajakin kesana. haha 

dan, part2 selesai. 

terimakasih untuk google, terutama wikipedia.
ohya, karena postingan ini ditulis setelah aku sampe kosan, jadi percakapan gak real ya, aku buat se mirip mungkin sih. maklum, memory gak sehebat recorder. cmiiw ya~

Wisata Lokal Semarang

By : Annisa Ayu Yunita
Halooooo~
hari ini habis pergi sama siskut, bapak, tante, dan temennya bapak namanya Dicky~

tadinya sih gatau mau kemana.. tapi karena pada bokek, jadi mutusin buat cari tempat main yang murrah en ga jauh2.. hahahaha

akhirnya diputuskan kalo kita ke Museum Ranggawarsita :D

disini tempatnya lumayan bagus, cuma gak semuanya rapih dan tertata. ada beberapa spot yang kotor, dan gak tertata.. bahkan ada beberapa lampu yang kedip kedip *agakhoror*

dengan cuma 4.000 per orang, kita bisa masuk ke dalam museum./ museum ini berisi peninggalan2 jaman belanda en jepang, ada juga ukiran2 kayu, dan beberapa ciri khas Jawa Tengah.

karena gak terlalu banyak tempat yang dilihat, dalam kurang dari dua jam, kita sudah bisa melihat seisi museum..
karena dah waktunya sholat, pada dhuhuran di mushola Museum..

habis itu makan deh di deket situ, makan mi ayam :D

nah, karena masih siang, kita mutusin buat nglanjut per-bolang-an kita ke Lawang Sewu.. udah pernah sih, tapi karena waktu itusama keluarga, gak puas gitu foto - fotonya.. nah , kali ini aku bisa berfoto banyak hahahaha..


nah ini deh fotonya :P























CONGRADUATION, Siskut!

By : Annisa Ayu Yunita
Ah, kemarin sempet salah hari.. dan akhirnya nengokin acara wisudaan d3 sasjepa, akhirnya hari ini bener~
Selamat wisudaan ya siskut!! semoga jadi sarjana yang bermanfaat. aku akan segera menyusul~

amin. :)




Tag : , ,

- Copyright © Belajar Bahasa Bersama? AAYok!! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Annisa Ayu Yunita -